PROPOLIS

PROPOLIS DAN MANFAATNYA BAGI KESEHATAN


Setiap hari kita dihadapkan dengan polusi, radiasi, jutaan virus, bakteri, jamur, serta racun lainnya yang siap menyerang tubuh kita dan menimbulkan berbagai macam penyakit. Daripada mengobati, mencegah penyakit dengan menjaga kekebalan tubuh merupakan pertahanan terbaik kita menghadapi serangan penyakit.

Sistem kekebalan tubuh merupakan sistem kompleks yang tediri dari jutaan sel dan kelenjar-kelenjar yang melindungi tubuh dari radiasi, polusi, racun, bakteri, virus, jamur, dan parasit-parasit lainnya yang akan berkembang biak di dalam tubuh kita jika tidak diatasi. Seringkali kita tidak mempedulikan dan menganggap remeh tentang kekebalan tubuh sampai kita terserang berbagai penyakit. Disanalah baru kita sadar pentingnya menjaga kekebalan tubuh.

Faktor yang membuat daya tahan tubuh kita menurun dan sangat rentan terhadap serangan penyakit antara lain:

a. Pola hidup yang tidak benar, istirahat kurang, dan olahraga yang tidak teratur.
b. Pola makan yang tidak sehat, makanan cepat saji, dan kurangnya asupan nutrisi yang         dibutuhkan oleh tubuh.
c. Lingkungan yang tidak sehat

Dewasa ini, tiga hal tersebut, terutama lingkungan, cukup sulit untuk dijaga sehingga kita yang hidup di kota besar membutuhkan suplemen tambahan untuk menjaga daya tahan tubuh kita di tengah kesibukan dan kepadatan kegiatan serta lingkungan yang kurang sehat.

Propolis


Secara harafiah propolis berasal dari bahasa Yunani pro yang artinya sebelum dan polis yang artinya kota. Jadi propolis berarti pertahanan kota karena memang propolis digunakan lebah untuk melindungi sarangnya dari berbagai polutan dan mikro organisme.

Sejarah propolis

Yunani
Orang yunani mengenal propolis sebagai penyembuhan dan pengobatan luka-luka dan juga penyakit yang tidak dapat disembuhkan.
Hippocrates: propolis berguna untuk penyembuhan luka dan bisul baik di dalam maupun di luar

Mesir
Bagi masyarakat Mesir disamping sebagai simbol religius, semua produk dari lebah juga digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Romawi
Memuja lebah dan propolis sebagai pengobatan dan bahkan dewi kecantikan melissa digambarkan menjadi seekor lebah. Para tabib jaman romawi menggunakan propolis dan sengat lebah untuk mengurangi pembengkakan, mengendorkan indurasi, dan meringankan sakit urat, otot, dan sakit akibat luka-luka.

Apa itu propolis? Propolis dikumpulkan oleh lebah dari tumbuh-tumbuhan atau pucuk muda dan kulit pohon terutama pohon poplar serta dicampur dengan air liurnya yang digunakan untuk menambal lubang dalam sarang lebah yang melindungi lebah dari serangan virus, bakteri, dan jamur.

Proses propolis


Propolis, secara ekonomis, hanya bisa diperoleh dari lebah ternak. Tumpukan propolis pada kotak sarang lebah dikikis lalu disaring menggunakan alat khusus dan dipanaskan hingga 60-70 derajat celcius lalu dipisahkan dari lilin dan kotoran lain sehingga berbentuk water base. Melia propolis menggunakan propolis asal Brazil yang memiliki kandungan "flavonoid" paling tinggi di dunia.


Kandungan propolis


Propolis mengandung protein (16 jenis asam amino), 14 trace mineral terutama zat besi dan zinc, vitamin A, B kompleks, C, D, E, Biotin, Flavonoid, Glukosa dan berbagai nutrisi penting lainnya.

Kandungan antioksidan flavonoid pada satu tetes propolis setara dengan flavonoid yang terkandung pada 500 buah jeruk. Oleh karena itu, propolis harganya senilai dengan emas. Kandungan flavonoid yang tinggi inilah yang menyebabkan sarang lebah terlindungi dari serangan virus, bakteri, dan jamur.

Diperkirakan, koloni lebah yang terdiri dari 200.000 ekor lebah hanya menghasilkan kurang lebih 20 gram propolis dalam satu tahun

Komposisi umum propolis:
minyak esensial
serbuk sari (bee pollen)
Bioflavonoids
Asam amino
Vitamin dan Mineral


Mengapa propolis sebagai penyembuh sangat luar biasa?


Perilaku hidup dan pola makan yang tidak sehat serta pencemaran lingkungan akan membawa dampak buruk bagi tubuh dan menyebabkan kerusakan sel lebih cepat. Hampir semua penyakit dewasa ini adalah akumulasi dari lemahnya kekebalan tubuh. Karena itulah, propolis adalah pilihan yang tepat untuk menghadapi serangan penyakit

a. Propolis adalah penetral racun dan anti oksidan yang kuat

Polutan yang menumpuk di dalam sel tubuh kita akan memperlemah metabolisme sel, sehingga tubuh kita mudah sekali terserang penyakit. Peran propolis adalah sebagai penetral racun yang membersihkan sel dari berbagai macam polutan di dalam tubuh sehingga sel dapat bekerja secara optimal. 
Propolis juga berfungsi sebagai anti oksidan kuat yang berfungsi untuk melawan radikal bebas yang terbentuk dari reaksi oksigen. Radikal bebas, jika tidak diatasi, akan mengambil elektron dari sel tubuh kita sehingga akan mempercepat kematian, atau bahkan mutasi sel yang bisa menyebabkan terbentuknya sel kanker sesuai dengan lokasinya. Propolis memiliki zat yang dapat menyerahkan elektronnya pada zat radikal bebas sehingga dapat mencegah sel abnormal atau kematian dini pada sel. 

b. Propolis meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Bioflavonoid yang terkandung dalam propolis berperan dalam meningkatkan kerja sistem imun dengan cara meningkatkan aktivitas dan jumlah T limfosit serta makrofag lain dalam tubuh yang berguna untuk memusnahkan zat asing dalam tubuh seperti virus, bakteri, dan jamur.

c. Propolis sebagai antibiotik alami

Propolis dikenal sebagai antibiotik alami yang tidak memiliki efek samping sama sekali. Penelitian terakhir yang dilakukan oleh The Natural Heart and Lung Institute, London, menunjukkan bahwa flavonoid pada propolis dapat menghancurkan banyak bakteri yang kebal terhadap antibiotik sintetis. Mikroba seperti Staphilococcus, Streptococcus, E. Coli, virus influenza (dengan berbagai variannya, Virus Herpes, H pilori, dan Salmonella typhosa diketahui sangat sensitif terhadap propolis sehingga dosis minimal mampu membunuhnya. Propolis juga sensitif terhadap berbagai jamur yang menyebabkan penyakit di daerah kemaluan. 

d. Propolis memperkuat sel dan mempercepat regenerasi sel


Propolis juga diketahui dapat menyembuhkan penyakit seperti:

Arteriosklerosis atau pengapuran pembuluh darah oleh lemak
Tumor
Anti peradangan atau anti infeksi.

Diabetes melitus
Propolis dapat meningkatkan kinerja sel-sel pankreas dalam menghasilkan insulin yang berfungsi uyntuk mengatur kadar gula dalam darah.

Gangguan pencernaan
Propolis sensitif terhadap H. Pilori yang penyebabkan penyakit maag dan tukak lambung. Propolis juga sensitif terhadap bakteri E. coli yang menyebabkan diare dan bakteri S. Typhosa yang menyebabkan penyakit typhus.

Ganguan pernafasan.
Propolis membantu sistem pertahanan tubuh untuk melawan penyakit saluran pernafasan kronis seperti TB paru. Propolis berperan dalam pengobatan Asma karena sifatnya sebagai Bronkodilator (melebarkan bronkus), menstabilkan massa sel dan menekan pengeluaran Histamin. Selain itu, propolis juga dapat meningkatkan daya pompa jantung, menurunkan tekanan darah, dan mencegah stroke.

Penyakit syaraf
Propolis dapat meningkatkan kinerja syaraf parasimpatis untuk mengekspresikan kesenangan sehingga bisa menghindari stress. Propolis juga mengurangi sakit akibat arthritis (radang sendi) dan rematik.


Komentar dari para pakar dan peneliti


1. dr. Franz K. Feiks dari Klosternerberg Hospital, Australia melakukan tes propolis pada pasien dengan luka yang terdapat pada lambung dan usus dua belas jari, satu kelompok diberikan pengobatan standar dan kelompok yang lain diberikan propolis 5% dalam air, tiga kali sehari sebelum makan. Semua pasien dalam kelompok yang diberi propolis merasa sakitnya hilang dalam waktu 3 hari tetapi hanya sepuluh orang dengan pengobatan standar yang rasa sakitnya hilang.

2. dr. Feiks juga menggunakan propolis sebagai pengganti dari pengobatan konvensional terhadap 189 dari 294 pasiennya. 90% dari 189 pasien tersebut terbebas dari penyakitnya hanya dalam waktu 2 minggu. Dalam sebuah simposium, beliau melaporkan sebanyak 21 kasus luka luar yang dibalut dengan larutan propolis dalam waktu 48 jam luka tersebut sembuh 19 diantaranya bahkan sembuh total.

3. Dr. John Grae, Dept. Mikrobiologi, Institut Nasional Jantung dan Paru-paru, London. Menyatakan ekstrak etanol dari propolis dapat mendorong pembelahan sel, regenerasi jaringan ikat, tulang rawan, dan tulang. Oleh karena itu, propolis sangat cocok untuk penyembuhan penyakit arthritis dan rematik.

4. Gerardis 1579 (Histories of Plants). Propolis memiliki zat yang dapat menyediakan sejenis penyembuh yang cepat dan efektif. Digunakan pada jaman perang BOER sebagai penyembuh luka.

5. Nicholas Culpeper (Compleat Herbal), propolis baik untuk demam dan panas dalam, serta baik untuk anggota tubuh yang terbakar.

6. Universitas di Columbia. Propolis dapat membantu sistem kekebalan tubuh pada manusia dan hewan dalam melawan infeksi serta memiliki zat yang mengandung unsur aktif dalam melawan sel kanker.

7. Dokter-dokter di czech mencampur propolis dan alkohol untuk mensterilkan tangan mereka dalam perawatan dan tindakan medis. 

8. Prof. Arnold Beckett, Propolis adalah penyembuh dari penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur.

9. Phillip Calder, Dept. Biokimia, Oxford. Propolis sangat efektif untuk membasmi bakteri.

10. David James (Ahli gizi) Propolis terbukti telah menyembuhkan pasien-pasien saya yang berpenyakit kronis seperti penyakit tenggorokan kronis dan oenyakit mulut dalam tempo yang sangat singkat.

11. Phillip Wander (Dentist). Bisul mulut dan gusi yang terinfeksi dapat disembuhkan dengan propolis dalam waktu 3 hari saja

12. Dr. Peter Mansfield. Propolis efektif untuk demam, panas dalam, dan influenza

13. Prof. Dr. Filipic Likar (1976). Propolis sangat membantu mengatasi epidemik influenza di Sarajevo.

14. dr. Fang Chu, Lien Yu Gang Jianzu Hospital. Pasien yang menghidap hiperlipidemia (lemak darah tinggi) dapat dibantu dengan propolis untuk mengurangi kadar lemak.

15. Institute of Radiology Sarajevo, I. Osmanagic, D. Beljenki, N. Mavric. Pasien yang terkena radiasi ringan bisa disembuhkan dengan propolis.

16. Roy Kupinsel, MD. Propolis merupakan antibiotik yang melawan hampir semua penyakit tanpa efek samping. Sarang lebah lebih steril daripada ruang operasi rumah sakit.

17. V.P. Kivalkina (antibiotics magazine). Bagaimanapun cara memprosesnya, propolis tetap sangat efektif  sebagai antibiotik alami walaupun telah disimpan selama bertahun-tahun.

18. John Diamond, MD. Dari semua makanan tambahan yang telah saya teliti. Propolis sangat bermanfaat pada kelenjar THYMUS yang merupakan tenaga kehidupan. Propolis mampu mengaktifkan kelenjar THYMUS yang menjalankan sistem imun tubuh dimana kelenjar tersebut berada pada pangkal leher dan mengandung limfosit yang memberikan kekebalan pada penyakit.



Tanpa efek sampingdan berfungsi untuk proses detoksifikasi tubuh


Propolis adalah 100% zat alami yang di dalamnya terdapat antibiotik alami bebas racun yang efektif untuk melawan infeksi tanpa efek samping. Namun propolis kadang dapat menimbulkan tindak balas detoksifikasi. Tindak balas ini adalah pengaruh positif yang disebabkan karena adanya aksi-reaksi dalam tubuh yang menandakan propolis sedang bekerja. Tindak balas ini bersifat sementara dan berfungsi untuk mengeluarkan sisa metabolisme yang beracun, zat-zat berbahaya dalam tubuh, serta virus, bakteri, dan jamur sesuai dengan penyakit yang diderita.

Lain halnya dengan zat yang terkandung di dalam obat sintesis dari bahan kimia. Obat sintesis ini bahan-bahannya kebanyakan racun berbahaya yang murah dan dapat diproduksi secara massal sehingga harganya murah. Tapi obat sintesis ini dapat mengakibatkan efek samping. Efek samping adalah pengaruh negatif yang sifatnya permanen dan merusak akibat penggunaan obat kimia dan tidak berhubungan dengan penyakit yang diderita.

Propolis bukan hanya sekedar obat, karena ketika kita berbicara mengenai obat, seringkali hanya penawar rasa sakit dan gejala dari penyakit, bukan menyembuhkan penyakitnya. Karena itulah, ketika kita pergi ke apotek untuk menebus resep, biasanya obat yang diberikan adalah penurun demam dan penghilang rasa sakit, dengan harapan ketika rasa sakitnya hilang, tubuh kita dapat secara alami melawan penyakit tersebut.

Tetapi propolis, bekerja bersama-sama dengan sistem kekebalan tubuh untuk melawan SUMBER PENYAKITnya bukan hanya gejalanya. Karena itu, propolis sangat baik jika dikonsumsi bersama obat dokter.


Tanpa Dosis dan tanpa Kadaluarsa


Propolis dapat digunakan tanpa dosis tetapi penggunaan yang berlebih akan sangat tidak ekonomis dan tidak efektif, karena ada batasan penyerapan tubuh manusia. Dan propolis, karena sifatnya sebagai anti virus, bakteri, dan jamur tidak akan mengalami kadaluarsa walaupun disimpan selama puluhan tahun. Propolis akan lebih tahan lama daripada kontainer atau botol penyimpannya, sehingga pada produk propolis, yang kadaluarsa lebih dulu adalah botol penyimpannya.

No comments:

Post a Comment